Selasa, 18 Juni 2013

Dakwah Adalah Cinta (alm. Ust Rahmat Abdullah)

Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yg kau cintai.

Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel di tubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. .. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.

Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yg diturunkan Allah.

Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yg bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak.
Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai
jiwa yang tenang.

Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik? Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang sejarah; luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.

Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan.

Tidak… Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih “tragis”.
Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani… justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka pergi… akhirnya menjadi adaptasi. Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada. Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka.

Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda dibandingkan jihad yang begitu cantik.
Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar.
Tapi saking seringnya “ditinggalkan” , hal itu sudah menjadi kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman..
Karena itu kamu tahu. Pejuang yg heboh ria memamer-mamerkan amalnya adalah anak kemarin sore. Yg takjub pada rasa sakit dan pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan Allah. Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya besar. Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar. Dan mereka justru jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, “ya Allah, berilah dia petunjuk… sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang… “

Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta…
Mengajak kita untuk terus berlari…
“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”
(alm. Ust Rahmat Abdullah)

Senin, 17 Juni 2013

Luruskan Niat Dakwah Antum Saudara :)


ya, cukup menampar.. Paragraf ke tiga dan keempat hal17 dari buku Menuju Kampus Madani itu membuatku sadar. beberapa hari ini memang sempat kecewa dengan beberapa elemen di lembaga ini. sempet berpikiran untuk mundur. dan tulisan itu berhasil mengurungkan niatku.
oke, waktunya meluruskan niat di jalan ini.. jalan ini tidak mulus. jika melewatinya dengan niat yang salah, niscaya hanya kesengsaraan dan penderitaan yg didapat. jika sebaliknya, insyaAllah semua kesakitan tidak akan jadi derita bagi kita.. :)

Kamis, 13 Juni 2013

Edisi BuBUK (Buka Bareng UKKI)


Lihatlah.. inilah ukhuwah kami.. ini tepat terjadi hari ini.. ya, tadi ba'da maghrib seusai kita buka bersama :)
inilah yang biasa kami lakukan.. indaaaaah sekali.. dibuka dengan bacaan dzikir sore, kemudian buka bareng, dibumbuhi senda gurau, dan dilengkapi dengan taujih-taujih singkat namun bermakna.. sungguh indah ukhuwah ini.
inilah langkah awal kita mngeratkan tali kita, memperkuat pondasi kita dalam amal jama'i ini..
keliatannya memang sepele, tapi insyaAllah dari sinilah hati-hati ini berpadu. berhimpun dalam naungan cintaNya.. bertemu dalam keta'atan, bersatu dalam perjuangan, menegakkan syari'at dalam kehidupan..

Amanah Itu..

yap, malam itu sukses membuatku menangis semalam..
beberapa hari sblum malam itu tiba, jarkoman datang.. "mengundang anti dalam acara launching PH UKKI dan Buka Bersama blablabla".. waw.. udah launching ya?? alhamdulillah, amaaan.. tidak ada seorang yang datang kepadaku untuk mentabayyuni sesuatu. oke, legalah hatiku..
dengan PeDe dan wajah sumringah aku memenuhi undangan itu.. wooo.. aku duduk di bangku paling depan.. kalo itu sih udah kebiasaanku, klo bs bangku dpn knp hrs milih yg belakang?? toh acaranya juga ada pemutaran video, cocoklah sudah aku memilih bangku..
mbak-mbak mulai berdatangan.. ada tiga mbak waktu itu, dua PH, satu staf ahli.. oke, acara dimulai..
salah seorang ukhty membuka acaranya dengan basmala dan tilawah.. oke, selanjutnya taujih, mbak yang super duper keren sedikit memberikan wejangan kpd kita ttg ke-tsiqoh-an.. "organisasi itu dek bisa diibaratkan seperti batu bata.. ada batu bata yang ditempatkan di atas dengan keadaan utuh dan bagus, ada batu bata yang ditempatkan di bawah, bahkan ada pula yang harus rela dipotong untuk memenuhi bangunan itu, harus rela jadi batu bata yang mana aja ya.." kita pun semua menganggukkan kepala.
oke, tawaran diluncurkan mbak super itu, mau langsung launching apa pemutaran video dulu?
ada dua pendapat disini, akhirnya si Embak memutuskan launching dulu karena beberapa alasan. oke.. saatnya launching..
ya.. 6 nama telah muncul di slide yaitu sekdep sahada, dsm, kajian, humas, medinfo, dan An.Nisa.. lalu sejenak berhenti..
mbak cantik itu kembali berkata-kata, "siapa yang belum disebut??"
merasa namaku blm terpanggil, aku bilang, "AKU" dengan nada bingung, setengah gk yakin..
tak lama muncul-lah nama sekdir BPM ukhty A****i.. wah, sedikit curiga nih..
aku tak memalingkan wajahku dr silde itu, sambil menebak-nebak siapa nama yang muncul berikutnya di slide itu.. yang tersisa adalah SekDep PSDM dan Ketua Keputrian..
WAW.. slide itu berhasil membuatku terngangah.. namaku terpampang jelas disana..
oh meeeeen.. cinca yo?? rasanya badan ini lemes, tiada tenaga.. itu benar-benar namaku.. ya namaku..
memang bukan sebagai Ketua Keputrian, tapi ini sungguh diluar dugaan..
tak satupun pentabayyunan datang kepadaku, tiba-tiba......... namaku ada di slide itu, dan ... ya Robb
"Innalillahi wa Inna Ilaihi Roji'uuun" inilah kata yg kuucapkan saat diminta memberikan quote..
aku yang selama ini  sama sekali tidak mengenal seluk beluknya psdm, yang gak ngerti apa yang harus kulakukan disana, apa itu kaderisasi, gak tau sama sekaliiii..

entah apa yang ada di pikiran mereka, kok bisa sampai memilihku??? oh.. ya Robb.
rasanya pandanganku kosong, pikiranku kemana-mana, dadaku sesak, badan lemes.. ya Robb.. bisa kah aku disini? memperjuangkan hal vital ini??
badan lemes gk selesai-selesai, sampai waktunya pemutaran video.
ya, video ini kenangan kita dalam satu tahun kepengurusan.. mulai dari awal oprec sampai MA.. smua ada disna.. tak lama air mata menetes dengan sendirinya. dan ternyata orang belakangku pun terdengar isaknya.. bahkan mbak cantik nan super nan tangguh itu pun tak berani melihat wajah kami. matanya merah, pipinya basah. ya.. betapaa indahnya ukhuwah ini, hati-hati kami telah didekatkan oleh iman, mencintai saudaranya satu sama lain, hingga melepasnya pun tak tega.. inilah ukhuwah sesungguhnya.. tak dibuat-buat, muncul dg sendirinya, dengan keikhlasan hati..
inilah penguat hatiku untuk maju, amanah ini ditujukan untukku, amanah ini telah memilihku sebagai tuannya.
namun air mataku serasa tidak bisa berhenti.. mengalir dg sendrinya, sampai aku tiba di kos, sampai aku tertidur lelah memikirkan nasib kader selanjutnya di tanganku ini seperti apa??..
sempet merasa terdholimi karena tak satupun tabayyun datang, tapi balik lagi ke tsiqoh.. ya, tsiqoh itu, menerima tanpa tapi.. :)