Sore itu, saya merasakan tubuh ini capeknya luar biasa. bagaimana tidak, seharian tubuh ini ada di lautan. berlayar kesana kemari. Padahal sore itu ada jadwal setor hafalan dengan ustadzah maslukha di masjid Al Azhar. Sekarang jam 3 sore. Perjalanan ke masjid itu sekitar 30 menit dari rumah. Sementara setor hafalannya selesai jam 5 sore. Dengan segera ku mandi, kemudian kukenakan pakaian ngaji lengkap dengan kaos kaki.
Tiba tiba suara mbaku mengagetkanku.
"nandi?", tanyanya. "setor hafalan", jawabku singkat sambil mengenakan helm. "melu. sek entenono", pintanya. "yo, cepet". akhirnya kami pergi berdua. lumayan lah, kalo berangkat sendiri pasti nyetir. kalo sama mbak, kan tinggal duduk manis di belakang.
Sampai di masjid, kami langsung menuju ruang sholat wanita. ternyata sudah ramai. tapi alhamdulillah masih ada waktu 45 menit. Kulihat ada beberapa temanku disana. Kusapa lah salah satu temanku itu. "lid.. udah setor?". "belum mbak, samean dulu aja. aku ragu. aku tak hafalan sek", jawabnya. "ah, pancet ae lid lid. yoweslah" jawabku agak sediki menghardik.
"ustadzah, saya dulu ya". "boleh, tafadzol mbak saniya", jawab ustadzah maslukha.
"A'udzubillahi minas syaithoonirrojiiim. Bismillahirrohmaanirrohiiiiim. Laaa uqsimu biyaumil qiyamah. walaaa uqsimu bin nafsil lawwamah. Ayahsabul insaanu anlan najma'ah 'idhomah. balaa qodiriina alaa annusawwiyah bananah. bal yuriidul insaanu liyafjuro amamah. yas.alu.. yas.aluka.." dengan lantang aku setor surat Al-Qiyamah dan sempat berhenti di ayat 6, karena sedikit lupa. namun alhamdulillah,, tidak lama saya bisa menyambung ayatnya lagi.
"yas.alu ayyana yaumul qiyamah.. faidza bariqol bashor. wakhosafal qomar. wajumi'as syamsu wal qomar. yaquulul insaanu yauma idzin ainal mafar. kallaa la wazar. ilaa robbika yauma idzinil mustaqor. yunabba'ul insaanu yauma idzin bima qoddama wa akhor. kullu nafsin bima kasabats rohiinah. illaa ash.habul yamiiiin. fii jannatiiy yatasaa'aluuun... "
tak sempat kumenyambung ayatnya lagi, tiba2 suara ibuku membangunkanku. yaa Allah, itu mimpi. ternyata hanya mimpi. Benar benar hanya mimpi.
Allaaah.. sungguh, tak pernah kurasakan mimpi seindah ini. indah sekali. rasanya tak ingin bangun dari tidur.
Nikmatnya menghadiri majelis Al-Quran, muroja'ah hafalan dengan lantang, kembali bertemu dengan teman2 yang dulu aku bersama mereka pergi ke majelis itu, ditambah kehadiran mbakku yang ikut serta. bahagia. sangaaat bahagia. kebahagiaan yang mendekati sempurna.
Allah,, izinkan mimpi itu menjadi nyata. kalaupun tidak di dunia, izinkan itu nyata kelak di SyurgaMu Allaah. Aamiiiiin :)
Kamis, 17 November 2016
Kamis, 10 November 2016
Batu Bata
Kita dalam jama'ah adalah bagaikan batubata dalam bangunan. Ada batu yang diletakkan di atas, ada yang diletakkan di tengah, ada yang diletakkan di bawah, bahkan ada yang harus rela dipotong untuk memenuhi barisan yang bolong. Begitulah hakikatnya berjama'ah. Setiap anggota jama'ah harus rela diposisikan dimanapun dengan peran apapun. Dan semua posisi maupun peran tersebut sama saja dimata Allah. Tidak Ada Bedanya.
Kita bisa lihat dalam sebuah bangunan, tidak ada batu bata yang terlihat lebih mempesona. Semuanya sama. Bahkan batu bata yang tinggal seperempat sekalipun tidak ada yang melihatnya buruk. Karena sejatinya tanpa batu bata seperempat itu, barisan batu bata jadi bolong, dan bangunan tak bisa kokoh.
Seperti halnya,
Seorang ketua umum tidak lebih heroik dibanding pembantu umum. keduanya punya tugas dan fungsi yang sama beratnya. Yang apabila dihapuskan salah satunya, sebuah organisasi akan pincang.
Seorang direktur tidak lebih penting dari seorang OB. Keduanya punya tugas dan fungsi yang sama beratnya. Yang apabila dihilangkan salah satunya, sebuah perusahaan tidak bisa berjalan normal.
Seorang ketua pelaksana tidak lebih krusial dibanding dengan seksi konsumsi. Keduanya punya tugas dan fungsi yang sama beratnya. Yang apabila salah satu tidak ada, maka suatu kegiatan tidak akan terlaksana secara maksimal.
Sejatinya yang membedakan kita para pelaku jama'ah disisi Allah adalah sejauh mana keikhlasan kita menerima keputusan jama'ah, dan sebesar apa usaha kita dalam menjalani peran yang diberikan.
Kita bisa lihat dalam sebuah bangunan, tidak ada batu bata yang terlihat lebih mempesona. Semuanya sama. Bahkan batu bata yang tinggal seperempat sekalipun tidak ada yang melihatnya buruk. Karena sejatinya tanpa batu bata seperempat itu, barisan batu bata jadi bolong, dan bangunan tak bisa kokoh.
Seperti halnya,
Seorang ketua umum tidak lebih heroik dibanding pembantu umum. keduanya punya tugas dan fungsi yang sama beratnya. Yang apabila dihapuskan salah satunya, sebuah organisasi akan pincang.
Seorang direktur tidak lebih penting dari seorang OB. Keduanya punya tugas dan fungsi yang sama beratnya. Yang apabila dihilangkan salah satunya, sebuah perusahaan tidak bisa berjalan normal.
Seorang ketua pelaksana tidak lebih krusial dibanding dengan seksi konsumsi. Keduanya punya tugas dan fungsi yang sama beratnya. Yang apabila salah satu tidak ada, maka suatu kegiatan tidak akan terlaksana secara maksimal.
Sejatinya yang membedakan kita para pelaku jama'ah disisi Allah adalah sejauh mana keikhlasan kita menerima keputusan jama'ah, dan sebesar apa usaha kita dalam menjalani peran yang diberikan.
Langganan:
Postingan (Atom)