Minggu, 28 Juni 2015

Kami Butuh Jam Malam

Lagi lagi masalah jam malam seorang akhwat.
Kenapa hal yang semacam ini masih saja banyak yang mempermasalahkan. Masih saja banyak yang belum bisa menerima bahkan ikhwah sekalipun.

jikalau memang kalian melihat kami (akhwat) pulang diatas jam malam di organisasi lain di kampus, pernahkah kalian mengira, kalau kami disini menangis.
sungguh kami tidak menghendaki yang seperti ini. tapi kondisi yang menuntut kita demikian.

kau kira kami suka dengan yang demikian? Tidak.

Sungguh kami merasakan kebahagiaan yang utuh, kehormatan yang utuh di wajihah ini, di dakwah kampus ini.
dimana kami diberi peraturan jam malam, dimana kami dibatasi dalam berkomunikasi dg lawan jenis.
itu sungguh membuat kami merasa lebih berharga. merasa kehormatan kami benar-benar dijaga.

Salahkah jika kami senang dengan itu? salahkah jika kami ingin kehormatan kami dijaga?

Kalaupun kampus ini bisa kita ubah jam kerja organisasinya sesuai jam malam dengan tangan kita (akhwat) sendiri, maka sungguh akan sangat kita perjuangkan hal itu.
Tapi itu sulit diwujudkan tanpa bantuan kalian semua, wahai Ikhwah..
Bolehkah kami meminta tolong, akhi.. mas.. pak.. Bantu kami memahamkan orang-orang sekitar kami untuk menjaga kehormatan para muslimah kampus ini.

Kami Butuh Jam Malam

Rabu, 03 Juni 2015

Sengaja Menidurkan Diri

"Kita fokus ke masalah A saja. klo masalah B ini kita gak usah fokus kesana dulu. kita serahkan masalah ini ke fulan dan fulanah saja. biarkan mereka bekerja."
"Nanti kedepannya aja, harus gini, harus gitu."

Terus aja begitu. Pending saja semua agenda dakwahmu. Tinggal tidur.

Sepertinya metode Ashabul Kahfi lagi ngetren di kalangan aktivis dakwah. mengharapkan KAMPUS MADANI (seperti yang tertulis dalam VISI jangka panjang mereka) seusai tidur panjangnya.

memPRkan semua agenda dakwah kepada yang lain. berharap semua indah tapi tidak dengan tangannya sendiri.

Mirip banget dengan cerita Ashabul Kahfi. bedanya dikit. klo Ashabul Kahfi, mereka murni ditidurkan sama Allah, klo aktivis sekarang sengaja menidurkan diri.

"Apa gak kasian dengan saudaranya yang dikasi amanah cuma cuma itu?"

"orang dia lho biasa aja mbak"

Klo dia biasa aja itu ada 2 kemungkinan. Bisa jadi memendam sakit dalam hati, Bisa jadi tidak dikerjakan itu amanah.

Ini namanya Pemakluman untuk Diri sendiri.

Wallahua'lam. Saya Menyerah.
Mengharap keberkahan yang banyak untuk jamaah ini ya Robbi, Maafkan kami Allah