Kami.. Inilah kami..
jiwa yg belum lama dipersaudarakan, tp terasa sesak jika dipisahkan..
Kami.. inilah kami..
Yg hanya bertemu dipersimpangan jalan, tapi tak pernah lepas bergandeng tangan sampai ke tujuan..
Kami.. inilah kami..
Yang sama2 tak banyak bekal, tapi tak kan pernah kelaparan.
Karena, oleh iman kami dipertemukan..
Pertemuan yg tak pernah diminta, tapi menumbuhkan cinta.
Cinta yg datang dg sendirinya, tanpa paksaan, tanpa rayuan..
Kami berdiri bukan tanpa duri..
Kami berjalan bukan tanpa lobang..
Sesekali, kami pernah saling menyakiti.
Sesekali, kami pernah saling kecewa.
Sesekali, kami pernah saling salah sangka.
Tapi kamii tetaplah kami..
Titah Ilahi yg menjadikan kami tetap disini.
Dipertemukan oleh iman, tumbuh dan berkembang dengan iman, berpisahpun juga karena iman.
Berbenah
Menulis untuk Pengingat Diri Sendiri
Kamis, 19 April 2018
Senin, 13 Maret 2017
Cinta untuk Mama -lirik-
Apa yang kuberikan untuk mama
Untuk mama tersayang
Tak kumiliki sesuatu berharga
Untuk mama tercinta
Hanya ini kunyanyikan
Senandung dari hatiku untuk mama
Hanya sebuah lagu sederhana
Lagu cintaku untuk mama
Walau tak dapat selalu ku ungkapkan
Walau tak dapat selalu ku ungkapkan
Kata cintaku 'tuk mama
Namun dengarlah hatiku berkata
Sungguh kusayang padamu mama
Oh.................
Oh.................
Hanya ini kunyanyikan
Senandung dari hatiku untuk mama
Hanya sebuah lagu sederhana
Lagu cintaku untuk mama
Lagu cintaku untuk mama...
Kamis, 17 November 2016
Mimpi Terindah
Sore itu, saya merasakan tubuh ini capeknya luar biasa. bagaimana tidak, seharian tubuh ini ada di lautan. berlayar kesana kemari. Padahal sore itu ada jadwal setor hafalan dengan ustadzah maslukha di masjid Al Azhar. Sekarang jam 3 sore. Perjalanan ke masjid itu sekitar 30 menit dari rumah. Sementara setor hafalannya selesai jam 5 sore. Dengan segera ku mandi, kemudian kukenakan pakaian ngaji lengkap dengan kaos kaki.
Tiba tiba suara mbaku mengagetkanku.
"nandi?", tanyanya. "setor hafalan", jawabku singkat sambil mengenakan helm. "melu. sek entenono", pintanya. "yo, cepet". akhirnya kami pergi berdua. lumayan lah, kalo berangkat sendiri pasti nyetir. kalo sama mbak, kan tinggal duduk manis di belakang.
Sampai di masjid, kami langsung menuju ruang sholat wanita. ternyata sudah ramai. tapi alhamdulillah masih ada waktu 45 menit. Kulihat ada beberapa temanku disana. Kusapa lah salah satu temanku itu. "lid.. udah setor?". "belum mbak, samean dulu aja. aku ragu. aku tak hafalan sek", jawabnya. "ah, pancet ae lid lid. yoweslah" jawabku agak sediki menghardik.
"ustadzah, saya dulu ya". "boleh, tafadzol mbak saniya", jawab ustadzah maslukha.
"A'udzubillahi minas syaithoonirrojiiim. Bismillahirrohmaanirrohiiiiim. Laaa uqsimu biyaumil qiyamah. walaaa uqsimu bin nafsil lawwamah. Ayahsabul insaanu anlan najma'ah 'idhomah. balaa qodiriina alaa annusawwiyah bananah. bal yuriidul insaanu liyafjuro amamah. yas.alu.. yas.aluka.." dengan lantang aku setor surat Al-Qiyamah dan sempat berhenti di ayat 6, karena sedikit lupa. namun alhamdulillah,, tidak lama saya bisa menyambung ayatnya lagi.
"yas.alu ayyana yaumul qiyamah.. faidza bariqol bashor. wakhosafal qomar. wajumi'as syamsu wal qomar. yaquulul insaanu yauma idzin ainal mafar. kallaa la wazar. ilaa robbika yauma idzinil mustaqor. yunabba'ul insaanu yauma idzin bima qoddama wa akhor. kullu nafsin bima kasabats rohiinah. illaa ash.habul yamiiiin. fii jannatiiy yatasaa'aluuun... "
tak sempat kumenyambung ayatnya lagi, tiba2 suara ibuku membangunkanku. yaa Allah, itu mimpi. ternyata hanya mimpi. Benar benar hanya mimpi.
Allaaah.. sungguh, tak pernah kurasakan mimpi seindah ini. indah sekali. rasanya tak ingin bangun dari tidur.
Nikmatnya menghadiri majelis Al-Quran, muroja'ah hafalan dengan lantang, kembali bertemu dengan teman2 yang dulu aku bersama mereka pergi ke majelis itu, ditambah kehadiran mbakku yang ikut serta. bahagia. sangaaat bahagia. kebahagiaan yang mendekati sempurna.
Allah,, izinkan mimpi itu menjadi nyata. kalaupun tidak di dunia, izinkan itu nyata kelak di SyurgaMu Allaah. Aamiiiiin :)
Tiba tiba suara mbaku mengagetkanku.
"nandi?", tanyanya. "setor hafalan", jawabku singkat sambil mengenakan helm. "melu. sek entenono", pintanya. "yo, cepet". akhirnya kami pergi berdua. lumayan lah, kalo berangkat sendiri pasti nyetir. kalo sama mbak, kan tinggal duduk manis di belakang.
Sampai di masjid, kami langsung menuju ruang sholat wanita. ternyata sudah ramai. tapi alhamdulillah masih ada waktu 45 menit. Kulihat ada beberapa temanku disana. Kusapa lah salah satu temanku itu. "lid.. udah setor?". "belum mbak, samean dulu aja. aku ragu. aku tak hafalan sek", jawabnya. "ah, pancet ae lid lid. yoweslah" jawabku agak sediki menghardik.
"ustadzah, saya dulu ya". "boleh, tafadzol mbak saniya", jawab ustadzah maslukha.
"A'udzubillahi minas syaithoonirrojiiim. Bismillahirrohmaanirrohiiiiim. Laaa uqsimu biyaumil qiyamah. walaaa uqsimu bin nafsil lawwamah. Ayahsabul insaanu anlan najma'ah 'idhomah. balaa qodiriina alaa annusawwiyah bananah. bal yuriidul insaanu liyafjuro amamah. yas.alu.. yas.aluka.." dengan lantang aku setor surat Al-Qiyamah dan sempat berhenti di ayat 6, karena sedikit lupa. namun alhamdulillah,, tidak lama saya bisa menyambung ayatnya lagi.
"yas.alu ayyana yaumul qiyamah.. faidza bariqol bashor. wakhosafal qomar. wajumi'as syamsu wal qomar. yaquulul insaanu yauma idzin ainal mafar. kallaa la wazar. ilaa robbika yauma idzinil mustaqor. yunabba'ul insaanu yauma idzin bima qoddama wa akhor. kullu nafsin bima kasabats rohiinah. illaa ash.habul yamiiiin. fii jannatiiy yatasaa'aluuun... "
tak sempat kumenyambung ayatnya lagi, tiba2 suara ibuku membangunkanku. yaa Allah, itu mimpi. ternyata hanya mimpi. Benar benar hanya mimpi.
Allaaah.. sungguh, tak pernah kurasakan mimpi seindah ini. indah sekali. rasanya tak ingin bangun dari tidur.
Nikmatnya menghadiri majelis Al-Quran, muroja'ah hafalan dengan lantang, kembali bertemu dengan teman2 yang dulu aku bersama mereka pergi ke majelis itu, ditambah kehadiran mbakku yang ikut serta. bahagia. sangaaat bahagia. kebahagiaan yang mendekati sempurna.
Allah,, izinkan mimpi itu menjadi nyata. kalaupun tidak di dunia, izinkan itu nyata kelak di SyurgaMu Allaah. Aamiiiiin :)
Kamis, 10 November 2016
Batu Bata
Kita dalam jama'ah adalah bagaikan batubata dalam bangunan. Ada batu yang diletakkan di atas, ada yang diletakkan di tengah, ada yang diletakkan di bawah, bahkan ada yang harus rela dipotong untuk memenuhi barisan yang bolong. Begitulah hakikatnya berjama'ah. Setiap anggota jama'ah harus rela diposisikan dimanapun dengan peran apapun. Dan semua posisi maupun peran tersebut sama saja dimata Allah. Tidak Ada Bedanya.
Kita bisa lihat dalam sebuah bangunan, tidak ada batu bata yang terlihat lebih mempesona. Semuanya sama. Bahkan batu bata yang tinggal seperempat sekalipun tidak ada yang melihatnya buruk. Karena sejatinya tanpa batu bata seperempat itu, barisan batu bata jadi bolong, dan bangunan tak bisa kokoh.
Seperti halnya,
Seorang ketua umum tidak lebih heroik dibanding pembantu umum. keduanya punya tugas dan fungsi yang sama beratnya. Yang apabila dihapuskan salah satunya, sebuah organisasi akan pincang.
Seorang direktur tidak lebih penting dari seorang OB. Keduanya punya tugas dan fungsi yang sama beratnya. Yang apabila dihilangkan salah satunya, sebuah perusahaan tidak bisa berjalan normal.
Seorang ketua pelaksana tidak lebih krusial dibanding dengan seksi konsumsi. Keduanya punya tugas dan fungsi yang sama beratnya. Yang apabila salah satu tidak ada, maka suatu kegiatan tidak akan terlaksana secara maksimal.
Sejatinya yang membedakan kita para pelaku jama'ah disisi Allah adalah sejauh mana keikhlasan kita menerima keputusan jama'ah, dan sebesar apa usaha kita dalam menjalani peran yang diberikan.
Kita bisa lihat dalam sebuah bangunan, tidak ada batu bata yang terlihat lebih mempesona. Semuanya sama. Bahkan batu bata yang tinggal seperempat sekalipun tidak ada yang melihatnya buruk. Karena sejatinya tanpa batu bata seperempat itu, barisan batu bata jadi bolong, dan bangunan tak bisa kokoh.
Seperti halnya,
Seorang ketua umum tidak lebih heroik dibanding pembantu umum. keduanya punya tugas dan fungsi yang sama beratnya. Yang apabila dihapuskan salah satunya, sebuah organisasi akan pincang.
Seorang direktur tidak lebih penting dari seorang OB. Keduanya punya tugas dan fungsi yang sama beratnya. Yang apabila dihilangkan salah satunya, sebuah perusahaan tidak bisa berjalan normal.
Seorang ketua pelaksana tidak lebih krusial dibanding dengan seksi konsumsi. Keduanya punya tugas dan fungsi yang sama beratnya. Yang apabila salah satu tidak ada, maka suatu kegiatan tidak akan terlaksana secara maksimal.
Sejatinya yang membedakan kita para pelaku jama'ah disisi Allah adalah sejauh mana keikhlasan kita menerima keputusan jama'ah, dan sebesar apa usaha kita dalam menjalani peran yang diberikan.
Kamis, 22 September 2016
Terkadang Kita Lupa untuk Bermimpi
Dalam hidup, masalah adalah sebuah keniscayaan.
masalah akan berakhir hanya ketika kehidupan kita berakhir pula.
Tapi bukan berarti masalah kita biarkan begitu saja tak terselesaikan.
kalau saja kau tau, masalah itu adalah amanahmu. amanah yang wajib ditunaikan.
mengubah pertengkaran menjadi keharmonisan
mengubah kedholiman menjadi kebajikan
mengubah kejahilan menjadi kemuliaan
mengubah benci jadi kasih sayang
Apakah itu bukan amanah yang agung?
Memang tidak mudah dalam menyelesaikan amanah Tuhan yang jenis ini.
Apalagi ketika jalan terasa buntu,
ketika tubuh sudah mulai lesu,
ketika kondisi sekitar tak mendukungmu.
rasanya ingin menyerah saja.
Tapi terkadang kita lupa untuk bermimpi.
mimpi yang tanpa tidur. mimpi yang indah dengan ikhtiar.
Apa kau lupa, bahwa Tuhanmu tidaklah tidur?
Apa kau lupa, bahwa Tuhanmu tidaklah tuli?
Apa kau lupa, bahwa Tuhanmu pengabul segala doa?
Maka Bermimpi dan berikhtiarlah.
Ketahuilah, setiap ikhtiar yang kita lakukan tidak akan sia sia sedikitpun.
Hasil tidak akan pernah mengingkari usaha. "Seseorang akan mendapatkan sesuai yang dia usahakan" itu janjiNya.
"Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu."
Dan..
Teruslah bermimpi, hingga mimpi itu tak lagi jadi mimpi.
If You Can Dream It, You Can Do It
Selasa, 27 Oktober 2015
Syurgaku
bagiku meluangkan waktu untuk mengisi pekanan itu syurga
bagiku belajar materi untuk membina itu syurga
bagiku datang pagi buta untuk merancang strategi itu syurga
bagiku mendapat laporan masalah2 binaan itu syurga
bagiku murojaah dan menambah hafalan untuk disetorkan malam harinya itu syurga
bagiku mendapatkan taklimat itu syurga
bagiku kajian adalah syurga,
bagiku tasqif adalah syurga,
bagiku dauroh adalah syurga,
bagiku jalasa ruhi adalah syurga,
dan kini, aku merindukan syurgaku, Rindu yang teramat dalam.
Tubuh ini kering kerontang dan menangis kesakitan tanpa syurga.
Ingin kucari syurgaku kembali. di lingkungan yang berbeda, dengan kondisi yang jauh berbeda.
namun dengan tujuan yang semakin nyata.
Ya Robbi, Izinkan aku menemukan syurgaku yang baru disini.
Mohon tetaplah bersamaku Allah.. Jangan pernah tinggalkan langkahku.
bagiku belajar materi untuk membina itu syurga
bagiku datang pagi buta untuk merancang strategi itu syurga
bagiku mendapat laporan masalah2 binaan itu syurga
bagiku murojaah dan menambah hafalan untuk disetorkan malam harinya itu syurga
bagiku mendapatkan taklimat itu syurga
bagiku kajian adalah syurga,
bagiku tasqif adalah syurga,
bagiku dauroh adalah syurga,
bagiku jalasa ruhi adalah syurga,
dan kini, aku merindukan syurgaku, Rindu yang teramat dalam.
Tubuh ini kering kerontang dan menangis kesakitan tanpa syurga.
Ingin kucari syurgaku kembali. di lingkungan yang berbeda, dengan kondisi yang jauh berbeda.
namun dengan tujuan yang semakin nyata.
Ya Robbi, Izinkan aku menemukan syurgaku yang baru disini.
Mohon tetaplah bersamaku Allah.. Jangan pernah tinggalkan langkahku.
Senin, 19 Oktober 2015
Bahagia Sederhana
klo boleh saya berbicara tentang bahagia,
itu sungguh sangat sederhana
Bahagia bagi seorang anak,
yaitu ketika melihat orang tua tersenyum puas akan prestasi kita.
Apalagi bagi orang tua, bahagia itu sungguh lebih sederhana
yaitu ketika anaknya menelpon mereka dan menanyakan kabar mereka
kebahagiaan seorang pembina pun amat sederhana
ketika yang dibina bertanya,
"mbak, minggu ini kita pembinaan hr apa?
mbak, kapan kita mengganti pembinaan minggu lalu yang kosong?"
#Nostalgia.
#Surga yang selalu kurindukan
itu sungguh sangat sederhana
Bahagia bagi seorang anak,
yaitu ketika melihat orang tua tersenyum puas akan prestasi kita.
Apalagi bagi orang tua, bahagia itu sungguh lebih sederhana
yaitu ketika anaknya menelpon mereka dan menanyakan kabar mereka
kebahagiaan seorang pembina pun amat sederhana
ketika yang dibina bertanya,
"mbak, minggu ini kita pembinaan hr apa?
mbak, kapan kita mengganti pembinaan minggu lalu yang kosong?"
#Nostalgia.
#Surga yang selalu kurindukan
Langganan:
Postingan (Atom)