Rabu, 21 Mei 2014

Aku merindukanmu Tuhanku

Tuhanku,
aku merasakan saat saat jauh darimu
aku merasakan saat hatiku tak lagi punya ruh
ibadah wajib sering terakhirkan
ibadah sunnah, sering kali terlupakan
untuk tilawah satu juz saja, aku tak mampu
untuk bangun sepertiga malam saja, aku tak bisa
hati ini serasa mati
hati ini serasa beku
Aku merindukanmu Tuhanku..

Tuhanku,
kini kurasakan kesakitan luar biasa di setiap ibadahku
tak ada ruh sama sekali..
saat menjalankan tugas dakwah terasa berat,
saat birrul walidain terasa sulit sekali,
saat menuntut ilmu tak ada semangat,
bahkan saat saat pertemuanku denganMu,
tak kurasakan lagi nikmatnya.
tak kurasakan lagi keindahannya.
mungkin karena ketidak-ikhlasanku,
atau karena dunia yang begitu menyilaukan..
entah kemana aku harus cari hati yang baik itu..
Aku merindukanmu Tuhanku..

Tuhanku,
betapa aku mencintaimu,
Aku sangaaaat mencintaimu.
aku tak bisa terus dalam kondisi seperti ini.
aku tak bisa dan tak mau.
aku ingin keluar dari keterpurukanku..
bantu aku Tuhanku.
Aku ingin dekat denganMu,
sedekat urat leherku.

Minggu, 04 Mei 2014

Teman Lima Tahun

Teman Lima Tahunku,
Begitu sempurna di mataku.
Kecantikan yang dibalut kesholehan, kebaikan yang dibalut keikhlasan, serta loyalitas yang luar biasa.

Lima tahun kita bersama.
Menggantungkan cita-cita bersama. Melangkah untuk mencapainya pun bersama.
Tempat istirahatmu, tempatku juga.
Tempat belajarmu, tempatku juga.
Tempat mainmu, tempatku juga.
Temanmu, temanku juga.
Bahkan orang tuamu, orang tuaku juga.

Teman Lima Tahunku,
Masih ingatkah kau ketika kita terjebak macet karena banjir sampe larut malam? Sampai kau menjerit kesakitan karena sakit magh mu kambuh? Kita turun bis bersama, nyari makanan. Tapi keberuntungan tidak berpihak ke kita. Yang bisa kita temukan hanyalah kerupuk upil. Malam itu kita makan kerupuk upil bersama dengan kenikmatan yang luar biasa.
Ingatkah kau dengan kisah-kisah perjuangan kita mengerjakan tugas-tugas sekolah kita? Dari pagi sampai larut.
Ingatkah kau ketika kita melakukan hal terkonyol sedunia ketika pelantikan? Kita ketawa bersama tiada habis atas kekonyolan kita yang tidak bisa dinalar lagi oleh akal sehat.
Ingatkah kau dengan euphoria liga sekolah kita? Kita teriak bersama, mendukung tim kelas kita sekuat tenaga kita. Bahkan rela menjadi sie perlengkapan tanpa bayaran.
Ingatkah kau dengan suasana rapat yang gak jelas itu?
Ingatkah kau ketika kita mengerjakan program kerja kita bersama?
Hampir di semua kegiatan kita bersama.
Dan selama aku denganmu, meyakinkanku bahwa semua rintangan dunia ini akan terbabat habis.
Kau penguatku, kau penyemangatku.
Namamu pun tercatat sebagai salah satu inspiratorku.

Hai kau Teman Lima Tahunku,
Masih ingat kah kau dengan kebersamaan kita yang indah itu? Kebersamaan yang indah, Lima tahun yang indah.
Tapi,
Kenapa keindahan itu kau biarkan hanya genap 5 tahun temanku. Kini aku tak tau lagi kabarmu. Tak tau kau tinggal dimana. Sekolah dimana. Berteman dengan siapa.
Aku merindukanmu temanku. Gimana kabarmu sekarang? Dengan siapa kau berteman sekarang? Gimana kabar imanmu? Gimana kabar semangatmu? Gimana kabar keluguanmu itu? masihkah ada?

Hai  kau Teman Lima Tahunku,
Betapa aku sangat mencintaimu. sungguh aku mencintaimu.
meski skg ku tak tau kabarmu, meksi skg ku tak tau lakumu,
tapi aku yakin sangat yakin, hatimu masih seperti dulu.
Aku merindukan pemilik hati yang baik kala itu.
bagaimanapun kondisimu sekarang, bagaimanapun opini orang ttg dirimu yang sekarang.
Kau adalah tetap teman yang kukenal delapan tahun yang lalu. yang selalu menemaniku 5 tahun lamanya.
Itu meyakinkanku bahwa aku lebih mengenal dirimu dari pada orang lain.

Kuharap kita bisa bertemu lagi sekalipun nanti di surga Allah. aamiiiin.