Dakwah Kampus,
dari sini aku mulanya terbina
diperkenalkan dengan sesosok wanita perindu syurga
akhlaknya yang luhur membuatnya jadi istimewa
sifatnya yang tawadhu' menandakan tinggi ilmunya
kasih sayangnya yang besar membuatku nyaman bersamanya
Murobbi, begitu aku menyebutnya.
Dari tangan murobbi, aku diajarkan perjuangan.
Aku diingatkan bagaimana Rosul dan sahabatnya memperjuangkan sendi2 kehidupan.
Aku disadarkan bahwa umat begitu sangat membutuhkan uluran tangan.
hingga amanah langit datang kepadaku
menjadi prajurit penata pembinaan pekanan, itu amanah pertamaku
disini aku dipertemukan dengan sesosok baru, permata safir yang hanif
aku belajar banyak darinya
dia yang tangguh, membuatku malu untuk bermalas malasan
dia yang sabar, membuatku urung untuk menyerah
dia yang begitu hangat, membuatku tidak punya alasan untuk tidak bertahan.
Bu Sekdir, Begitu aku menyebutnya.
Amanah langit kedua pun datang
aku dengan sedikit kemampuanku harus mengurus pendidikan karakter prajurit dakwah
memikirkan segala sesuatu yang mereka butuhkan
mengontrol kondisi mereka setiap saat
menganalisa permasalahan, mencarikan solusi.
ini sebuah pekerjaan membosankan bagiku ketika itu.
tapi disini aku dipersatukan dengan jiwa-jiwa muda
jiwa-jiwa yang menggelora semangatnya
jiwa-jiwa yang patuh pada perintah
mereka amanahku, namun mereka pula yang membantu menyelesaikannya.
masyaAllah.
Adek Staf, begitu aku menyebutnya.
dalam menjalani amanah-amanah itu, ada sekelompok orang yg belum sy ceritakan
jasa mereka rasanya sampai sulit untuk dituliskan, saking banyaknya
mereka yang ada ketika lelah menghampiri
mereka yang membangkitkan ketika kebosanan mampir
mereka yang meluruskan ketika niat mulai berbelok arah
mereka yang mengingatkan ketika laku tak lagi enak dipandang
Sahabat Langit, begitu aku menyebutnya.
Murobbi, bu Sekdir, adek Staf, Sahabat Langit
Guru Peradaban, Begitu Aku Menyebut Mereka
#kisahku masih berlanjut, dan akan tetap berlanjut. inshaAllah