Selasa, 27 Oktober 2015

Syurgaku

bagiku meluangkan waktu untuk mengisi pekanan itu syurga
bagiku belajar materi untuk membina itu syurga
bagiku datang pagi buta untuk merancang strategi itu syurga
bagiku mendapat laporan masalah2 binaan itu syurga
bagiku murojaah dan menambah hafalan untuk disetorkan malam harinya itu syurga
bagiku mendapatkan taklimat itu syurga
bagiku kajian adalah syurga,
bagiku tasqif adalah syurga,
bagiku dauroh adalah syurga,
bagiku jalasa ruhi adalah syurga,

dan kini, aku merindukan syurgaku, Rindu yang teramat dalam.
Tubuh ini kering kerontang dan menangis kesakitan tanpa syurga.
Ingin kucari syurgaku kembali. di lingkungan yang berbeda, dengan kondisi yang jauh berbeda.
namun dengan tujuan yang semakin nyata.
Ya Robbi, Izinkan aku menemukan syurgaku yang baru disini.
Mohon tetaplah bersamaku Allah.. Jangan pernah tinggalkan langkahku.

Senin, 19 Oktober 2015

Bahagia Sederhana

klo boleh saya berbicara tentang bahagia,
itu sungguh sangat sederhana

Bahagia bagi seorang anak,
yaitu ketika melihat orang tua tersenyum puas akan prestasi kita.
Apalagi bagi orang tua, bahagia itu sungguh lebih sederhana
yaitu ketika anaknya menelpon mereka dan menanyakan kabar mereka

kebahagiaan seorang pembina pun amat sederhana
ketika yang dibina bertanya,
"mbak, minggu ini kita pembinaan hr apa?
mbak, kapan kita mengganti pembinaan minggu lalu yang kosong?"

#Nostalgia.
#Surga yang selalu kurindukan

Meleleh

Demi apa, kau yang dari madiun mau jauh-jauh pergi k surabaya berangkat jam 12 malam, naik travel mahal hanya untuk menghadiri wisudaku?

Demi apa, kalian yang dari lamongan siang-siang panas-panas berangkat ke surabaya hanya untuk menghadiri wisudaku? membawakan kado permintaanku pula.

Demi apa, kalian yg harus mempersiapkan wisuda untuk besok, malah datang untuk menyambutku?

Demi apa, kau yang sudah lelah bekerja, malah menghabiskan waktu istirahat untuk menyambutku?

Demi apa, kalian yang banyak kerjaan, banyak tugas, malah lembur gak tidur membuatkan hadiah untukku?

Demi apa, kalian yang belum berpenghasilan, yg masih banyak sekali kebutuhan, malah mengumpulkan uang untuk hadiah wisudahku?

Demi apa, kalian yang masih ada amanah dan agenda kegiatan di luar, masih saja menyempatkan waktu untukku?

Demi apa, kalian yang sudah sibuk mengurus keluarga (anak, suami), sibuk ngurus kerjaan, masih aja menyempatkan memberiku selamat?

Demi apa, kau yang lagi di bumi Allah yang lain, masih saja mau mengirim private message untuk memberiku selamat?

Demi apa?

Jika tujuan kalian adalah untuk menyenangkan hatiku, Selamat Kalian Berhasil.
Sungguh aku senang dan terharu dengan semuanya. Kini kurasakan betul betapa kalian mencintaiku.
kata olaf di film frozen, "Hati yang tulus mampu melelehkan hati yang keras"
Terima kasih atas hati tulusnya, Hatiku Meleleh.

Minggu, 28 Juni 2015

Kami Butuh Jam Malam

Lagi lagi masalah jam malam seorang akhwat.
Kenapa hal yang semacam ini masih saja banyak yang mempermasalahkan. Masih saja banyak yang belum bisa menerima bahkan ikhwah sekalipun.

jikalau memang kalian melihat kami (akhwat) pulang diatas jam malam di organisasi lain di kampus, pernahkah kalian mengira, kalau kami disini menangis.
sungguh kami tidak menghendaki yang seperti ini. tapi kondisi yang menuntut kita demikian.

kau kira kami suka dengan yang demikian? Tidak.

Sungguh kami merasakan kebahagiaan yang utuh, kehormatan yang utuh di wajihah ini, di dakwah kampus ini.
dimana kami diberi peraturan jam malam, dimana kami dibatasi dalam berkomunikasi dg lawan jenis.
itu sungguh membuat kami merasa lebih berharga. merasa kehormatan kami benar-benar dijaga.

Salahkah jika kami senang dengan itu? salahkah jika kami ingin kehormatan kami dijaga?

Kalaupun kampus ini bisa kita ubah jam kerja organisasinya sesuai jam malam dengan tangan kita (akhwat) sendiri, maka sungguh akan sangat kita perjuangkan hal itu.
Tapi itu sulit diwujudkan tanpa bantuan kalian semua, wahai Ikhwah..
Bolehkah kami meminta tolong, akhi.. mas.. pak.. Bantu kami memahamkan orang-orang sekitar kami untuk menjaga kehormatan para muslimah kampus ini.

Kami Butuh Jam Malam

Rabu, 03 Juni 2015

Sengaja Menidurkan Diri

"Kita fokus ke masalah A saja. klo masalah B ini kita gak usah fokus kesana dulu. kita serahkan masalah ini ke fulan dan fulanah saja. biarkan mereka bekerja."
"Nanti kedepannya aja, harus gini, harus gitu."

Terus aja begitu. Pending saja semua agenda dakwahmu. Tinggal tidur.

Sepertinya metode Ashabul Kahfi lagi ngetren di kalangan aktivis dakwah. mengharapkan KAMPUS MADANI (seperti yang tertulis dalam VISI jangka panjang mereka) seusai tidur panjangnya.

memPRkan semua agenda dakwah kepada yang lain. berharap semua indah tapi tidak dengan tangannya sendiri.

Mirip banget dengan cerita Ashabul Kahfi. bedanya dikit. klo Ashabul Kahfi, mereka murni ditidurkan sama Allah, klo aktivis sekarang sengaja menidurkan diri.

"Apa gak kasian dengan saudaranya yang dikasi amanah cuma cuma itu?"

"orang dia lho biasa aja mbak"

Klo dia biasa aja itu ada 2 kemungkinan. Bisa jadi memendam sakit dalam hati, Bisa jadi tidak dikerjakan itu amanah.

Ini namanya Pemakluman untuk Diri sendiri.

Wallahua'lam. Saya Menyerah.
Mengharap keberkahan yang banyak untuk jamaah ini ya Robbi, Maafkan kami Allah

Kamis, 07 Mei 2015

Guru Peradaban, Begitu Aku Menyebut Mereka

Dakwah Kampus,
dari sini aku mulanya terbina
diperkenalkan dengan sesosok wanita perindu syurga
akhlaknya yang luhur membuatnya jadi istimewa
sifatnya yang tawadhu' menandakan tinggi ilmunya
kasih sayangnya yang besar membuatku nyaman bersamanya
Murobbi, begitu aku menyebutnya.

Dari tangan murobbi, aku diajarkan perjuangan.
Aku diingatkan bagaimana Rosul dan sahabatnya memperjuangkan sendi2 kehidupan.
Aku disadarkan bahwa umat begitu sangat membutuhkan uluran tangan.

hingga amanah langit datang kepadaku
menjadi prajurit penata pembinaan pekanan, itu amanah pertamaku
disini aku dipertemukan dengan sesosok baru, permata safir yang hanif
aku belajar banyak darinya
dia yang tangguh, membuatku malu untuk bermalas malasan
dia yang sabar, membuatku urung untuk menyerah
dia yang begitu hangat, membuatku tidak punya alasan untuk tidak bertahan.
Bu Sekdir, Begitu aku menyebutnya.

Amanah langit kedua pun datang
aku dengan sedikit kemampuanku harus mengurus pendidikan karakter prajurit dakwah
memikirkan segala sesuatu yang mereka butuhkan
mengontrol kondisi mereka setiap saat
menganalisa permasalahan, mencarikan solusi.
ini sebuah pekerjaan membosankan bagiku ketika itu.

tapi disini aku dipersatukan dengan jiwa-jiwa muda
jiwa-jiwa yang menggelora semangatnya
jiwa-jiwa yang patuh pada perintah
mereka amanahku, namun mereka pula yang membantu menyelesaikannya.
masyaAllah.
Adek Staf, begitu aku menyebutnya.

dalam menjalani amanah-amanah itu, ada sekelompok orang yg belum sy ceritakan
jasa mereka rasanya sampai sulit untuk dituliskan, saking banyaknya
mereka yang ada ketika lelah menghampiri
mereka yang membangkitkan ketika kebosanan mampir
mereka yang meluruskan ketika niat mulai berbelok arah
mereka yang mengingatkan ketika laku tak lagi enak dipandang
Sahabat Langit, begitu aku menyebutnya.

Murobbi, bu Sekdir, adek Staf, Sahabat Langit
Guru Peradaban, Begitu Aku Menyebut Mereka

#kisahku masih berlanjut, dan akan tetap berlanjut. inshaAllah

Rabu, 18 Februari 2015

Ketika Adekku Bertanya ~ Eps 2

A   :   Kak, aku ikut LDK, tapi kenapa orangnya kolot banget sih?
K   :   Kenapa bisa gitu?
A   :   Ya masak, rapat atau yang mereka sebut dengan syuro aja harus pakek hijab. Plis deh kak. Kenapa harus seperti itu?
K   :   Untuk menjaga pandangan dek, agar ketika mereka berbicara, mata-mata mereka tidak saling beradu. Karena itu bisa jadi jalan setan untuk masuk meracuni hati dan pikiran mereka. Intinya untuk menjaga hati agar tidak sampai terjadi zina hati atau bahkan terjadi cinta terlarang.
A   :   Apa itu juga alasan kenapa harus ada batas waktu untuk ikhwan dan akhwat berkumpul?
K   :   Iya, benar.
A   :   Tapi kan di luar syuro mereka bebas ngomong dengan siapa aja, kapan aja, dan dengan gaya ngobrol sesuka mereka. Seperti ketika mereka berinteraksi dengan teman sekelas mereka, atau dengan teman mereka di ormawa lain, di himpunan atau bem misalnya?
K   :   Itu tanggung jawab masing-masing individu. Intinya menjaga hati itu wajib dilakukan dimanapun dan kapanpun, terutama jika berinteraksi sama lawan jenis. Nah di jamaah ini, difasilitasi dengan adanya hijab ketika syuro, dengan tidak terlalu banyak guyon alias tidak terlalu cair, dengan melarang syuro yang hanya dihadiri 1 ikhwan dan 1 akhwat, termasuk memberi batas waktu bersama antara ikhwan dan akhwat. Ini semua fasilitas dari jamaah kita, dengan harapan berkah Allah turun ketika kita meminimalisir hal-hal yang bisa mendekatkan kepada maksiat.
          Ketika di luar, mereka diberi kebebasan memilih cara bagaimana menjaga hati mereka masing-masing. Ada yang cair dengan siapa saja namun dibarengi istighfar yang banyak, atau ada yang memilih menunduk ketika berbicara dengan lawan jenis. Mereka yang lebih tau kapasitas kekuatan hati mereka masing-masing.
A   :   Trus kak, kenapa dalam komunikasinya mereka sering memakai kata-kata asing seperti afwan, syukran, antum, anti, ane, dsb. Apa memang harus seperti itu adatnya?
K   :   Tidak harus seperti itu. Ini hanyalah sebuah dialek dan adab berbicara dek. Klo bisa dianalogikan seperti ini. ketika kita bicara dengan orang jawa yang kita hormati, maka akan lebih baik jika kita menggunakan bahasa jawa yang halus dibanding bahasa Indonesia, meskipun orang yang kita ajak bicara tersebut paham bahasa Indonesia. Tapi jika ingin menggunakan bahasa Indonesia pun tak masalah.
A   :   Oke, syukran kakak

K   :   Afwan, haha

Ketika Adekku Bertanya ~ Eps 1

A   :   Kakak ikut organisasi apa sih d kampus? Kok kakak banyak berubah. Penampilan kakak berubah, sikap kakak berubah, hobi kakak juga berubah. Sedikit gak asik sih. Dulu kakak sukanya nonton korea, sekarang sukanya ngaji. Drama korea udah gak ada lagi di laptop kakak. Pas aku liat laptop kakak, adanya film series Umar. Kajian-kajian. Apa asyiknya coba
K   :   Kakak ikut LDK dek.
A   :   Apa itu?
K   :   Lembaga Dakwah Kampus
A   :   Berarti kerjaan kakak di kampus nyeramai orang mulu?
K   :   Tidak sesempit itu kali dek. Kau akan tau sendiri nanti jika kau terjun di dalamnya. Bahwa dakwah tidak sesempit itu.
          Dari LDK kakak belajar banyak hal. Disitu kakak dibina oleh seorang guru yang disebut murobbi. Setiap seminggu sekali kakak dan beberapa teman kakak mengaji dengan beliau. Kita terbentuk menjadi suatu kelompok kecil. Kakak mendapatkan banyak ilmu keislaman dari beliau. Disitu aqidah kakak dikuatkan, akhlak kakak diperbaiki, dan ibadah kakak dikontrol.
          Di LDK, Kakak dipertemukan dan dipersaudarakan dengan orang-orang yang begitu luar biasa. Mereka memiliki hati yang baik, mereka yang begitu ikhlas membantu kakak dalam berbagai kesulitan. Mereka yang ada ketika kakak sakit. Mereka yang begitu baik tanpa mengharap imbalan sepeserpun. Kakak serasa punya banyak saudara disana.
          Dakwah itu, bagaimana memposisikan kita sebagai rahmat bagi orang lain. Karena islam sendiri adalah rahmatan lil alamin bukan. Jadi bukan sebatas nyeramai orang dek.
A   :   Kak, apa kakak tidak takut dengan ajaran-ajaran islam garis keras atau bahkan islam yang sesat?
K   :   Selama ini, apa adek pernah melihat kakak berperilaku aneh atau cenderung melakukan hal yang tidak baik? Atau malah sebaliknya?
A   :   Kak..
K   :   iya?
A   :   Ketika aku kuliah nanti, aku ingin bergabung dengan LDK.

K   :   J

Sekretaris Desa itu Kakekku

Inilah kisah heroik dari seorang sekretaris desa yang hanif. Tak banyak bicara. Sekalipun bicara, tak satupun terlontar kata dari mulutnya kecuali yang benar adanya.
Kurang lebih 30 tahun beliau menjabat sebagai sekretaris desa. Di awal beliau menjabat, ternyata Allah langsung memberinya ujian. Beliau dihadapkan dengan seorang kepala desa yang dzolim. Kepala desa yang suka memakan uang rakyat. Dana bandes (bantuan desa) ludes di kantongnya sendiri, tak tersampaikan ke rakyat. Begitupun dana-dana lainnya. Sampai suatu ketika sang sekdes mendapati sang kades sedang mencongkel brangkas desa. Tapi beliau tidak punya nyali untuk memergokinya.
Keesokan harinya, warga desa ricuh dengan tragedi terbukanya brangkas desa dengan keadaan kosong. Kasus ini pun diserahkan ke pihak berwajib. Dan, ketika diintrograsi oleh pihak kepolisian, beliau mengutarakan apapun yang dilihatnya. Tanpa takut, tanpa ragu, beliau adukan sang kades dzolim itu. Akhirnya keluar lah kades itu sebagai tersangka, dan dipenjara lah kades itu.
Selama kades dzolim itu mendekam di penjara, sang sekretaris desa diangkat sebagai kepala desa sementara atau yang dulu disebut sebagai Pejabat Sementara sampai diperoleh kepala desa yang baru melalui pemilihan. Selama 2 tahun beliau menjadi PjS. Dalam masa jabatannya, beliau sangat dicintai oleh semua masyarakat kecuali orang-orang yang iri terhadapnya. Kala itu warga sangat mencintainya karena kejujurannya. Semua keputusan yang beliau ambil didasarkan pada musyawarah mufakat. Suatu hari, ada rencana pembangunan jembatan di desa itu. Melalui musyawarah dengan anggota LKMD, akhirnya diputuskan untuk menjual sebagian tanah desa untuk biaya pembangunan jembatan tersebut. Dengan terbangunnya jembatan tersebut, kesejahteraan masyarakat desa semakin meningkat. Akses warga untuk mencari nafkah semakin mudah.
Namun kebahagiaan ini tidak berlangsung lama. Setelah sang kades keluar dari penjara, ternyata beliau mempunyai dendam kepada sang PjS. Beliau memfitnah sang PjS dan para anggota LKMD dengan tuduhan menjual tanah milik pemerintah untuk kepentingan pribadi. Namun kasus ini tidak terbukti sama sekali. Karena tanah yang dijual tersebut untuk biaya pembuatan jalan bukan untuk kepentingan pribadi. Dan lagi pula yang dijual itu bukan tanah milik pemerintah, tapi tanah milik desa yang bebas dijual kapanpun untuk kepentingan desa.
Akhir dari kasus ini adalah ketika sang PjS memutuskan untuk meberikan tanah milik pribadinya untuk menggantikan tanah desa yang sedang dipersengketakan. Subhanallah, dengan ikhlas bapak itu memberikan tanahnya dengan tujuan kasus ini segera selesai, karena warga desa sudah kehilangan ketenangan sejak munculnya kasus ini.
Setelah genap 2 tahun bapak itu memerintah, akhirnya diadakanlah pemilihan kepala desa yang baru. Namun bapak itu tidak menyalonkan dirinya. Baginya cukuplah beliau sebagai sekretaris desa yang melayani rakyat lebih dekat. Inilah beliau, yang lebih memilih untuk melayani rakyat, daripada menduduki jabatan yang tinggi di desa.
Selama menjadi sekretaris desa pun, beliau dihadapkan pada cobaan yang tiada henti. Tak jarang orang yang ketika itu datang untuk mengurus surat kepemilikan tanah memberinya uang dengan permintaan untuk melebihkan hitungan luasan tanahnya. Namun tak satupun sogokan itu beliau terima.
Inilah beliau, sang Sekdes sejati. Dengan bangga kuceritakan kisah ini. Karena Sekdes itu adalah kakeku sendiri.
Allahumaghfirlahu warhamhu Wa’afihi Wa’fuanhu.

I Love You Mbah Tung (Mbah Kakung)

Kamis, 05 Februari 2015

Sahabat langit itu Kalian

Dear Sahabat Langitku,

Kebahagiaan yang tiada tara aku bisa mengenal kalian. 
Kalian yang selalu membuatku aman. 
Kalian yang kehadirannya selalu memastikan hatiku bahwa aku akan baik baik saja.

Kamu, Kamu, Kamu.. Ya.. Kalian.

Kalian mengajariku untuk membuang rasa takutku.
Kalian mengajariku bekerja keras
Kalian mengajariku ikhlas 
Kalian mengajariku berhijab
Kalian mengajariku birrul walidain
Kalian yang mengenalkanku tentang surga. 
Kalian tau, kalian telah sering membuatku menangis haru karena kebaikanmu untukku.

Malu rasanya diri ini yang belum bisa melakukan sesuatu untuk kalian, sedangkan tangan kalian selalu ada untukku. 
Saniya minta maaf karena belum bisa menjadi teman yang baik untuk kalian. maaf jika hakmu sebagai temanku belum bisa aku penuhi. Maaf saniya hanya bisa merepotkan kalian.

Saniya tak tau harus membalas kalian dengan apa.
Saniya hanya bisa menjadi berdoa semoga Allah selalu memberikan berkah yang banyak dalam setiap langkah kalian, pekerjaan kalian, rumah tangga kalian, suami dan anak-anak kalian. 

Saniya bukanlah apa-apa tanpa kalian
Suatu saat nanti, Aku akan ceritakan kalian kepada anak anakku, bahwa aku punya sahabat langit yang luar biasa. Kalian. Sahabat langit itu Kalian.

Jazakumullah khoir, wa ahsanal jaza


Senin, 02 Februari 2015

Sebait Catatan Nasihat

(Alm) Ustadz Rahmat Abdullah
Gairah Cinta dan Kelesuan Ukhuwah
Setiap kita akan senantiasa diuji oleh Allah SWT pada titik-titik kelemahan kita.
Orang yang lemah dalam urusan uang namun kuat terhadap fitnah jabatan dan wanita
tidak akan pernah diuji dengan wanita atau jabatan.
Tetapi orang yang lemah dalam urusan wanita namun kuat dalam urusan uang
tidak akan pernah diuji dengan masalah keuangan.
Orang yang mudah tersinggung dan gampang marah akan senantiasa dipertemukan oleh Allah dengan orang yang akan membuatnya tersinggung dan marah sampai ia
bisa memperbaiki titik kelemahannya itu sehingga menjadi tidak mudah tersinggung dan tidak pemarah.
Orang yang selalu berlambat-lambat menghadiri pertemuan forum dakwah karena alasan istri, anak, mertua, atau tamu akan senantiasa dipertemukan dengan perkara ‘mertua datang,
tamu datang silih berganti’ di saat ia akan berangkat .. terus begitu sampai ia memilih prioritas bagi aktivitasnya apakah kepada dakwah atau kepada perkara-perkara lain.
Kita semua harus memahami dan mengatasi segala kelemahan diri di jalan dakwah ini. Ingatlah, mushaf Al-Quran tidak akan pernah terbang sendiri kemudian datang dan
memukuli orang-orang yang bermaksiat.
Sungguh teramat merugi...mereka yang mengikuti hawa nafsu kemudian pergi meninggalkan kebersamaan dlm dakwah ilallah, tanpa mau bersabar sebentar dalam ujian keimanan. Tanpa mau mencoba bertahan sebentar dalam dekapan ukhuwah..
Dan sungguh, Kecewa itu biasa dan manusiawi' yang luar biasa, siapa saja yang mampu beristighfar dan lalu berlapang dada serta bertawakkal pada-Nya.
Memang... Dakwah ini berat...karenanya ia hanya mampu dipikul oleh mereka yang memiliki hati sekuat baja..
memiliki kesabaran lebih panjang dari usianya.
Memiliki kekuatan yang berlipat.
Memiliki keihklasan dalam beramal yang meninggi.
Memiliki ketabahan seluas lautan, memiliki keyakinan sekokoh pegunungan.
Siapapun takan pernah bisa bertahan...melalui jalan dakwah ini...mengarungi jalan perjuangan...kecuali dengan KESABARAN!!!
Karenanya... Tetaplah disini...dijalan ini...bersama kafilah dakwah ini. Seberat apapun perjalanan yang harus ditempuh...sebesar apapun pengorbanan untuk menebusnya...tetaplah disini...
Buanglah hawa nafsu dalam mengarungi perjalanannya, karena telah banyak yang bergugugran karenanya. Gandenglah selalu iman kemana saja kita melangkah, karena iman akan menjagamu setiap waktu. Seburuk apapun, sekeruh apapun kondisi kapal layar kita, jangan lah sekali2 mencoba untuk keluar dari kapal layar ini dan memutuskan berenang seorang diri...karena pasti kau akan kelelahan dan memutuskan menghentikan langkah yang pada akhirnya tenggelam disamudra kehidupan...
Jika bersama dakwah saja...kau serapuh itu...bagaimana mungkin dengan seorang diri?? Sekuat apa kau jika seorang diri...???

Minggu, 01 Februari 2015

Ada Apa Sebenarnya dengan ADK?

kader hilang tak tau, kader sakit hati tak terasa.
membalas sms tak mampu, update status di sosmed kapanpun bisa.
binaan terbiarkan begitu saja karena kesibukan dunia.
bahkan untuk melingkar tiap sepekan sekali saja mereka tak sempat dan tak punya waktu.
undangan rapat sering kali molor karena tak ada yg mau memprioritaskan. alasannya masih sibuk yg lain, masih mengerjakan yg lain.
kau pikir, aktifis jaman dulu tak punya banyak agenda?
kau pikir mereka tak sibuk?
SAMA, mereka dan kalian sama sibuknya. mereka dan kalian sama-sama banyak agendanya.

tapi kenapa mereka dan kita (ADK masa kini) berbeda?

guys, apa kalian kira kondisi kampus sudah baik, sehingga dengan mudah kau tinggalkan dakwahmu?

coba deh bayangkan guys,
salah satu organisasi jurusan di kampus kita, ketua departemen psdm nya adalah seorang wanita perokok ||
para wanita bangga dengan statusnya yg sering pulang malam bahkan pagi dini hari ||
dan parahnya, di pagi hari sering ditemukan kond*m di toilet kampus.
ini bagaimana bisa? dimana kalian ADK?

kesibukan kalian apa?
yg kalian pikirkan apa?
yg ada di hati kalian apa?

apakah hanya bagaimana caranya bisa dapat uang banyak agar segera mapan dan segera nikah?||
atau hanya bagaimana tampil cantik, biar keliahatan kau aktifis agamis dan modis? ||
atau hanya bagaimana caranya mendapatkan ip tinggi?
tidak salah memang, tapi guys, cobalah berfikir lebih dari itu.
Orang-orang di sekitar kita membutuhkan tangan kita, membutuhkan keringat kita untuk menyelamatkan kampusnya.
kewajiban kita banyak kawan,
al wajibtu aktsaru minal awqoot, kewajiban kita lebih banyak daripada waktu yg kita punya.
masih pantaskah kita hanya memikirkan kepentingan pribadi kita?

guys,
apa api neraka sudah tidak lagi terasa panas bagi kita?
apa siksaan Allah sudah tidak lagi kita takutkan?
apa sahid sudah tidak lagi kita dambakan?
apa surga sudah tidak lagi menyilaukan mata kita?

come on guys, kita koreksi masing-masing hati kita.
barangkali banyak debu menempel yang menghalangi datangnya kebaikan.
barangkali ada salah niat yang terselip, sehingga kuranglah kepekaan kita.
barangkali lampunya sedang redup sehingga kita tak mampu melihat kehidupan setelah mati,
dan yang terlihat hanyalah silaunya dunia.

semoga tulisan ini menjadi tamparan bagi yang merasa tertampar, termasuk penulisnya
wallahu a'lam