Sabtu, 22 November 2014

Aku Mencintai Kalian

Ketika ku menuliskan ini, air mataku keluar mendahului kata-kataku. sampai beberapa menit laptop ini saya biarkan menganggur, dengan halaman entri blogger yang masih putih. sesak rasanya dada ini mengingat kesalahan kesalahan masa lalu. aku yang belum bisa melakukan yang terbaik untuk kalian. aku yang belum bs mencurahkan cinta terbaikku untuk kalian. aku malu. 
 
setelah melihat isi dari salah satu blog tentang sahabat2 langit, aku jadi ingat kalian.
kalian yang kemaren2 kujarkomi untuk hadir sabit, upgrading.
kalian yang kemaren2 kuminta membantu acara INTAN1&2,
kalian yang kemaren2 sering terkena omelanku karena tidak tepat waktu,
kalian yang kemaren2 sering kubicarakan karena kekecewaanku akan kerjamu.
atau lebih singkatnya kalian yang selalu aku repotkan.
jikalau jari ini bisa mengetik otomatis menggambarkan perasaanku sekarang, mungkin blog ini tak akan dapat menampungnya. tulisan ini pun hanyalah sebagian kecil yang bs aku utarakan akan perasaanku. 
kalo boleh aku simpulkan sejuta kata yang ada di dada ini adalah, Aku Merindukan Kalian.

ditengah rindu yang tak dapat terbendung ini, aku mencoba berpikir, kenapa gerangan jamaah ini hanya sampai disini? kenapa hanya sampai ketokan palu atas diterimanya LPJ kepengurusan kita?

teman temanku, kalian tidak nyaman ya disini? kalian tidak mendapatkan cinta ya disini?
aku terlalu sibuk dg urusanku sendiri ya? aku terlalu menuntut ya?

AFWAN

Maafkan aku kalau selama ini aku belum menurunkan tanganku untukmu. Maafkan aku yang tidak peka akan kondisimu. Maafkan aku yang tak mampu merangkul tubuhmu. Maafkan aku yang tak pernah menggandengmu.

sekarang aku rasakan kehidupanku tanpa kalian. aku sangat merindukan kalian.
ini sangat kurasakan ketika beberapa minggu yang lalu aku menghadiri acara INTAN. acara yang beberapa kali kita hadir bersama didalamnya. namun aku tak lagi melihat kalian di acara INTAN kali ini. disepanjang perjalanan aku tak kuasa menahan tangisku. sungguh aku merindukan bersama kalian. 
Aku mencintai kalian lebih dari yang kau kira. sungguh.

sering kali aku iri dengan jamaah lain ataupun kepengurusan lain yang punya segudang cerita indah saat bersama, yang masih sampai sekarang berlanjut. sungguh cantik ukhuwah mereka.
namun seketika aku tersadar, jamaah ku dulu juga punya cerita seperti mereka kok. hanya saja sekarang sudah banyak yang memang harus meninggalkan, untuk tergabung dalam jamaah dakwah lain dalam ranahnya masing, sesuai profesinya masing.

semoga kalian tetap bersinar di ladang dakwah kalian masing masing, teman temanku. semoga Allah melapangkan dadamu, memudahkan urusanmu, memberi keberkahan yang banyak atasmu.

Aku mencintai kalian lebih dari yang kau kira. sungguh.

Minggu, 16 November 2014

Tulisanmu, Membangkitkanku Sayang..

mbak cuni yang luar biasa,
karena cinta Allah lah,ia berikan amanah ini padamu,
tak perlu bersedih atau pun berbangga diri,
cukup ingat Allah dan mintalah agar dikuatkan pundakmu,dilapangkan hati dan pikiranmu.

###semangat mbak,,kita siap jadi tameng kalo anti lelah dan sedih###

anak psdmu :* :*

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

To: Mb.Saniya alias mbak nyo atau mb.chuni
Bismillah
Teruntuk kakakku Tercinta dan tersayang ^^ (jangan Ge-Er)
Jazakumullah khoir ane sampaikan, atas bimbingan dan arahan selama ini. dan juga segala bantuan yang anti berikan. Afwan kalo selama ini ane menyebalkan, susah diatur, suka mengeluh dan masih banyak lagi keburukan-keburukan saya.
Afwan.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

ya Allah, thanks a lot for u all dear.
disaat tubuh ini sudah mulai menggoda hati untuk diam di tempat, bahkan berhenti melangkah,
tulisan tulisan kalian hadir memberiku energi kembali.

jazakumullah khoiron katsiiir adek2ku sayang.
maaf ya, mbakmu yg satu ini sukanya protes ini protes itu, nyuruh ini, nyuruh itu. Afwan

suatu saat, atas izin Allah, an akan memperkenalkan ammah ammah yang keren ini kepda anak an.
Barokallah ats perjuangan di lembah Kampus kita tercinta ini.
Tangan kalian, mulut kalian, kaki kalian, semuanya nanti akan jadi saksi tanpa kita memintanya.

Selasa, 28 Oktober 2014

Tentang Hati, Tentang Cinta

Dengan menyebut asma Allah, kali ini sy mencoba memberanikan diri membahas hal yang selama ini menjadi gundah dalam hati, memenuhi pikiran, dan sulit sekali diselesaikan meski sudah banyak teori dipaparkan. Ya.. karena pembahasan kali ini adalah tentang Hati, tentang Cinta.

Setelah sekian lama saya memendam untuk menyampaikan hal ini karena rasa takut yang luar biasa, rasanya hari ini aku ingin sekali mencurahkan semuanya. Saya ingin menyampaikan yang seharusnya disampaikan. Bukan hanya dipendam. Bukan hanya dipikirkan. Yaa karena kita berkewajiban untuknya, berkewajiban untuk menyampaikannya, walau pahit rasanya..

Cinta..

Kalau kata adek kelas saya ketika SMA dulu, Cinta adalah anugrah, ketika kita bisa memeliharanya, menempatkan pada tempatnya, pada waktunya. Namun, Cinta akan jadi musibah, ketika dia tak terpelihara, salah posisi, dan tak tepat waktu.
Saya yakin ketika kata-kata di atas saya jadikan status facebook akan banyak banget yang ngelike. Artinya, memang sudah sangat banyak orang yang memahami bagaimana cinta itu harus disikapi. Namun pada kenyataanya sedikit sekali yang bisa bertahan untuk menjaga cintanya sampai pada waktu yang tepat, dan memberikannya pada seseorang yang memang sudah seharusnya mendapatkannya.

Kalian tau apa sebabnya?

Pasti sebagian besar orang akan menjawab. “itu maklum, itu lumrah, hati manusia kan berubah – rubah, dan memang sangat sulit untuk menghindari hal itu karena itu sudah fitrohnya kita sebagai manusia, pasti punya rasa cinta”

Hmm.. rasanya saya sudah sangat bosan dengan jawaban itu, gak ada jawaban lain apa??
Jika kita memandang cinta adalah fitroh kita sebagai manusia, sudah ketentuan Allah, oke saya sependapat, tapi pertanyaan saya, bukankah setelah memberikan fitroh itu Allah juga memberikan panduan kepada siapa cinta itu harus kita berikan?

“kan cinta tidak bisa memilih orang? Kan cinta datang dengan sendirinya?”

KATA SIAPA???

Cinta itu (kata ust. Salim A Fillah) sebuah kata kerja yang bisa diciptakan, bukan sebuah kata sifat yang sudah terciptakan sehingga tak ada lagi istilah jatuh cinta, namun bangun cinta.

Cinta itu dibangun, diadakan, bukan tidak sengaja ada. Ketika kau berani menyatakan kau mencintai seseorang, itu berarti kau sudah memberikan tempat orang itu di hatimu. Itu berarti kau sudah menempatkan namanya dalam pikiranmu. Bukankah itu kata kerja? Bukankah itu sebuah kegiatan yang bisa saja dengan mudah ditinggalkan? Itu pilihan sebenarnya.

Ketika kita tidak mau memberikan ruang sedikitpun di hati kita untuk seseorang yang belum jelas statusnya, yang belum dibolehkan sama Allah untuk dipikirkan, maka gak akan ada yang namanya kejebak cinta.

Ali Bin Abi Tholib adalah manusia. Beliau mencintai Fatimah binti Rosulullah. Lalu apakah kemudian beliau mengutarakan itu ke Fatimah dengan sejuta puisi romantis dalam surat berwarna merah mudah atau dengan alunan lagu dan petikan gitar? TIDAK

Ali bin Abi Thalib memendam perasaannya karena beliau tau bagaimana cara menempatkan cinta. Beliau mengutarakan cintanya ketika beliau sudah menjadi suami sah dari putri kesayangan rasulullah tersebut. Seandainya beliau tidak menikah dengan Fatimah kala itu, maka membuang jauh jauh cinta itu adalah hal yang sangat mudah baginya. Karena baginya cinta adalah kata kerja, bukan kata sifat.

Seperti itulah harusnya kita menata hati. 

Mau meneladani siapa lagi kita kalau bukan Rosulullah dan sahabatnya?

Sejak kulepaskan amanah itu,
serasa tubuh ini terbebas dari ribuan tali yang menjeratnya,
namun, kalau kau tau.
tubuh ini lebih suka dijerat, diikat sekuat kuatnya.
daripada dibiarkan berjalan tanpa arah.
mencari arah datangnya sinar seorang diri.

Selasa, 02 September 2014

cukup letakkan DUNIA pada TANGAN mu, bukan pada HATI mu

Rabu, 27 Agustus 2014

Maafkan aku, Mbak

Dulu, kau begitu hangat
Dulu. kau begitu cerewet mengkritisi tingkahku
Dulu, kau intens menemaniku, menemani perjuanganku

pesan di handphone penuh dengan taujihmu,
penuh dengan kata2 luar biasa dr ketika jarimu
tak jarang pesan itu berisi taklimat,
tak jarang pula pesan itu berisi kritikan pedas
mengajakku berlari sekencang-kencangnya
mengajakku berdiri setegap-tegapnya, sekuat-kuatnya
sampai topan pun tak bisa merobohkan

Aku rindu saat-saat seperti itu
sangat amat rindu
aku merindukanmu, mbakku sayang

Aku menunggu reminder ayyamul bidh mu
Aku menunggu undangan seminar darimu
Aku menunggu undangan kencan bersamamu
Aku menunggu kritikan2mu akan jeleknya kerjaku
sekarang pun.. aku masih menunggu itu

Mbakku sayang,
jika yang ada di pundakmu terlalu berat,
apakah tanganku ini tak bisa meringankannya sedikit?

Aku akan sangat paham, jika sebab jauhnya kau dariku karena amanahmu yang begitu berat di luar sana
karena tugas kuliahmu yang menuntut diselesaikan dengan cepat
atau karena ingin memfokuskan pikiran pada tugas akhirmu
Aku paham mbak, sangat paham

Tapi yang kutakutkan
jikalau penyebab ini semua adalah tingkahku yang sudah kelewat batas
hingga menembus batas kesabaranmu
maafkan adekmu ini mbak
maafkan saya yang selalu merepotkan mbak
maafkan saya yang malah sering membantah
maafkan saya yang telah menyalah artikan cinta mbak

Aku menyayangimu mbak
dan sekarang aku menrindukanmu, sangat merindukanmu.

Selasa, 26 Agustus 2014

Cukuplah Allah Bagiku

"Biarlah Allah saja yang menyemangati kita,
sehingga tanpa sadar
setiap peristiwa menjadi teguran atas kemalasan kita..

Cukuplah Allah saja yang memelihara ketekunan kita,
karena perhatian manusia (duniawi)
terkadang menghanyutkan keikhlasan..

Semoga Allah menjadikan kita pribadi bermakna,
saat berbaur menyemangati yang lain,
saat sendiri menguatkan diri sendiri..

Keep Spirit!!"

-260513- 17:43 from: 085281618323

Biarlah Pilihan Kita Berbeda

setiap orang punya jalan hidup masing-masing, dan bebas menentukan pilihan
Hargai apa yang menjadi pilihan mereka. Mengertilah, tak bisa selalu bersama karena mereka punya kepentingan yang berbeda dengan kita.
Hal yang kita anggap baik, belum tentu mereka menganggapnya baik. Hal yang jadi prioritas kita, belum tentu prioritaas pula bagi mereka.
inilah hidup.. semuanya berbeda. semirip apapun, sedekat apapun, kita tetap berbeda.
Dibalik semua itu, sadarilah saudaraku, inilah yang memperindah bumi yang kita pijak dan jalan yang kita tempuh.
memang terkadang sangat sulit untuk dilalui. terkadang pula harus menahan rasa sakit akibat perbedaan ini.
namun, kesulitan-kesulitan itu, kesakitan-kesakitan itu, akan luntur dengan sendirinya jika kita bisa saling bermesra. saling memahami, saling mengerti, saling peduli.
semua perbedaan itu terkalahkan oleh cinta kita yang luar biasa. cinta yang datang dengan sendirinya. cinta yang tak dipaksakan, cinta yang didekatkan oleh Allah, dan akan dijaga oleh Allah selagi hati-hati kita berkumpul untuk mencintai Allah.
Semoga kalian tetap berkilau di tempat kalian masing-masing. dengan amana-amanah baru kalian. dengan tugas-tugas baru kalian.
Kita memang tak akan selamanya bersama, itu keniscayaan dalam dakwah. Tapi aku berharap hati ini akan senantiasa bersama bermahabbah kepadaNya. Aamiiiiin.

Sabtu, 23 Agustus 2014

"Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu`min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan" (At-Taubah:105)

Jumat, 22 Agustus 2014

Teguran Indah atas Niatku

subahnallah.. walhamdulillah..

Allah mengingatkanku.
Allah mengajakku meluruskan niat. bahwa sesungguhnya segalanya harus karena Allah.
apalah arti pujian manusia. kita bekerja untuk memperbaiki umat bukan untuk memperbaiki pamor di depan umat.

Allah.. lagi lagi harus ku akui, aku menyayangiMu. sangat menyayangiMu
Engkau selalu hadir bagaimanapun kondisiku, engkau selalu memberi solusi di setiap masalahku.
Dengan indah, kau mengarahkan pikiranku ke solusi yang sungguh tak pernah terfikirkan sebelumnya.
Dengan indah, kau mengindahkan cara fikirku. sungguh ini nikmat yang sangat agung.

"Sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.’”

Minggu, 20 Juli 2014

Teman Juangku, Kalian Kemana?

Aku merindukan Kalian semua.
aku merindukan pertemuan singkat kita tiap jumat itu, sungguh aku merindukannya, benar-benar merindukannya.
meski hanya segelintir kepala yang hadir disana,
tp aku merasakan getaran nurani orang-orang perindu tegaknya dien Allah di kampus tercinta.
meski sering kali pandangan kita berbeda,
tp hati kita tak bisa bohong bahwa tujuan kita sama.
meski sering kali merasakan kecewa satu sama lain,
namun aku tau, hatimu masih mau memaksa tubuhmu untuk bergerak, dan tubuhmu pun meng'iya'kannya.

memang bangunan kita tak kuat. memang bangunan kita kropos, bangunan kita bolong.
apapun kondisinya, itu bangunan kita kawanku.. bangunan yang kita tegakkan bersama. yang kita sokong bersama.
memang bangunan kita tak bisa melindungi penghuninya dari hujan
memang bangunan kita tak bisa melindungi penghuninya dari sengatan matahari,
memang bangunan kita tak memberikan kenyamanan bagi penghuninya,
tapi setidaknya bangunan itu tidak roboh karena angin,
atau bahkan roboh dengan sendirinya.
kita telah berhasil terhindar dari itu kawan.

kawanku, masih adakah bahan baku yang menguatkan bangunan itu,
masih tersisa kah? masih kau simpan kah? apa sudah kau buang jauh2?
masih adakah ukhuwah kita yang tersisa?

ingin sekali ku menyapamu untuk sekedar tau kabarmu,
kabar amanah-amanah barumu,
kabar tugas akhirmu..
semoga kau dan amana-amanahmu, dan tugas-tugasmu baik-baik saja.
semoga segala urusanmu dimudahkan olehNya,
sebagaimana kau memudahkan jalannya agama Allah masuk di kampus kita.

kawanku, maafkan aku.
jika selama kau jadi teman juangku, bahkan mungkin sampai sekarang, tanganku belum sampai pada tubuhmu.
hingga ukhuwah ini tak sampai pada hatimu.
hingga tak lagi kita rasakan indahnya ketika kita tak lagi dalam amal jamai ini.

harapku, semoga kita dipertemukan lagi bersama dalam surgaNya. Aamiiiiin
kalau pun kau tak menemukanku, tolong tanyakan pada Tuhanku, dimanakah aku..

Aku merindukan kalian, kawanku

Kamis, 26 Juni 2014

Cerita satu tahun Kita

ingin sekali kuceritakan tentang kita. tentang satu tahun kebersamaan kita dalam amal jama'i ini.
mungkin kisah kita sedikit berbeda. Ya, kisah kita berbeda dengan kisahmu kakak, dengan kisahmu adek.
Jika kebanyakan tantangan jama’ah dakwah adalah bersumber pada target dakwahnya. Kita agaknya tak termasuk dalam kebanyakan jama’ah itu. Tantangan jama’ah dakwah kita adalah pada anggota jama’ah kita sendiri.
ku lihat sendiri betapa seringnya air mata menetes dalam pipi-pipi mereka. Tak jarang ku dengar sendiri kisah-kisah menyakitkan dari mulut-mulut mereka, peluh kesah, putus asa, sampai kata2 untuk menyemangati dirinya sendiri.
Betapa tidak, rapat sepi orang, kegiatan sepi orang, pesan tak kunjung dapat balasan, pendapat terabaikan, pemberitahuan tak dapat konfirmasi, serasa tak terorangkan. Perbedaan pandangan malah jadi boomerang dalam keutuhan jama’ah kita. Entah disisi mana kita ada kesalahan. Sampai keberkahan dakwah seolah enggan mendekati kita.
Kondisi anggota jama’ah yang tak karuan itu, tak urung menyebabkan tantangan untuk mencapai target dakwah jauh lebih terasa berat.
Jadi bukan berarti karena saya katakan tantangan jama’ah kita dari internal, kemudian eksternal kita baik-baik saja atau mulus-mulus saja. Justru karena internal kita yang tandus ini, eksternal kita bisa dibayangkan gimana kondisinya.
Gimana bisa kita menjalankan tugas langit ini tanpa ukhuwah? Gimana bisa kita menyeru umat islam untuk bersatu, jika penyerunya saja belum bersatu dalam jama’ahnya?
Jika pasukan-pasukan dakwahnya saja tak punya azam yang kokoh, tak punya semangat juang, barisannya masih bolong-bolong, gimana bisa kita mau berperang? Jika pun memang terpaksa berperang, pasukan-pasukan yang telah dalam barisan itu lah yang mau tak mau mengeluarkan effort terbesar mereka, setidaknya agar mereka tak terbunuh. Kata kemenangan mungkin jauh dari pikiran mereka. Yang ada dalam pikiran mereka sederhana saja. Mereka bisa mempertahakankan aqidah mereka, mempertahankan agama mereka, itu sudah cukup.
Sampai pada akhirnya kita dipisahkan dari jama’ah ini, karena amanah yang sudah harus berpindah tangan. Setahun kepengurusan itu berlalu begitu saja. Entah apa efeknya kepengurusan satu tahun itu? Aku tak tahu. Mungkin kepengurusan itu tak banyak memberikan kontribusi untuk dakwah kampus kita tercinta ini. Maafkan kami, kakakku, adekku..
Teruntuk kalian teman juangku, yang mampu dan mau berjuang dalam kondisi yang tandus. Saya mencintai kalian saudara muslim ku. Atas ukhuwah yang berantakan ini, kita semua tau, bahwa ini akibat iman kita yang rombeng. Terlebih sering imankulah yang rombeng. afwan.
Kini aku merindukan kalian, pasukan yang tandus. Ingin kusampaikan rasa maafku atas imanku yang compang camping ini.

Rabu, 21 Mei 2014

Aku merindukanmu Tuhanku

Tuhanku,
aku merasakan saat saat jauh darimu
aku merasakan saat hatiku tak lagi punya ruh
ibadah wajib sering terakhirkan
ibadah sunnah, sering kali terlupakan
untuk tilawah satu juz saja, aku tak mampu
untuk bangun sepertiga malam saja, aku tak bisa
hati ini serasa mati
hati ini serasa beku
Aku merindukanmu Tuhanku..

Tuhanku,
kini kurasakan kesakitan luar biasa di setiap ibadahku
tak ada ruh sama sekali..
saat menjalankan tugas dakwah terasa berat,
saat birrul walidain terasa sulit sekali,
saat menuntut ilmu tak ada semangat,
bahkan saat saat pertemuanku denganMu,
tak kurasakan lagi nikmatnya.
tak kurasakan lagi keindahannya.
mungkin karena ketidak-ikhlasanku,
atau karena dunia yang begitu menyilaukan..
entah kemana aku harus cari hati yang baik itu..
Aku merindukanmu Tuhanku..

Tuhanku,
betapa aku mencintaimu,
Aku sangaaaat mencintaimu.
aku tak bisa terus dalam kondisi seperti ini.
aku tak bisa dan tak mau.
aku ingin keluar dari keterpurukanku..
bantu aku Tuhanku.
Aku ingin dekat denganMu,
sedekat urat leherku.

Minggu, 04 Mei 2014

Teman Lima Tahun

Teman Lima Tahunku,
Begitu sempurna di mataku.
Kecantikan yang dibalut kesholehan, kebaikan yang dibalut keikhlasan, serta loyalitas yang luar biasa.

Lima tahun kita bersama.
Menggantungkan cita-cita bersama. Melangkah untuk mencapainya pun bersama.
Tempat istirahatmu, tempatku juga.
Tempat belajarmu, tempatku juga.
Tempat mainmu, tempatku juga.
Temanmu, temanku juga.
Bahkan orang tuamu, orang tuaku juga.

Teman Lima Tahunku,
Masih ingatkah kau ketika kita terjebak macet karena banjir sampe larut malam? Sampai kau menjerit kesakitan karena sakit magh mu kambuh? Kita turun bis bersama, nyari makanan. Tapi keberuntungan tidak berpihak ke kita. Yang bisa kita temukan hanyalah kerupuk upil. Malam itu kita makan kerupuk upil bersama dengan kenikmatan yang luar biasa.
Ingatkah kau dengan kisah-kisah perjuangan kita mengerjakan tugas-tugas sekolah kita? Dari pagi sampai larut.
Ingatkah kau ketika kita melakukan hal terkonyol sedunia ketika pelantikan? Kita ketawa bersama tiada habis atas kekonyolan kita yang tidak bisa dinalar lagi oleh akal sehat.
Ingatkah kau dengan euphoria liga sekolah kita? Kita teriak bersama, mendukung tim kelas kita sekuat tenaga kita. Bahkan rela menjadi sie perlengkapan tanpa bayaran.
Ingatkah kau dengan suasana rapat yang gak jelas itu?
Ingatkah kau ketika kita mengerjakan program kerja kita bersama?
Hampir di semua kegiatan kita bersama.
Dan selama aku denganmu, meyakinkanku bahwa semua rintangan dunia ini akan terbabat habis.
Kau penguatku, kau penyemangatku.
Namamu pun tercatat sebagai salah satu inspiratorku.

Hai kau Teman Lima Tahunku,
Masih ingat kah kau dengan kebersamaan kita yang indah itu? Kebersamaan yang indah, Lima tahun yang indah.
Tapi,
Kenapa keindahan itu kau biarkan hanya genap 5 tahun temanku. Kini aku tak tau lagi kabarmu. Tak tau kau tinggal dimana. Sekolah dimana. Berteman dengan siapa.
Aku merindukanmu temanku. Gimana kabarmu sekarang? Dengan siapa kau berteman sekarang? Gimana kabar imanmu? Gimana kabar semangatmu? Gimana kabar keluguanmu itu? masihkah ada?

Hai  kau Teman Lima Tahunku,
Betapa aku sangat mencintaimu. sungguh aku mencintaimu.
meski skg ku tak tau kabarmu, meksi skg ku tak tau lakumu,
tapi aku yakin sangat yakin, hatimu masih seperti dulu.
Aku merindukan pemilik hati yang baik kala itu.
bagaimanapun kondisimu sekarang, bagaimanapun opini orang ttg dirimu yang sekarang.
Kau adalah tetap teman yang kukenal delapan tahun yang lalu. yang selalu menemaniku 5 tahun lamanya.
Itu meyakinkanku bahwa aku lebih mengenal dirimu dari pada orang lain.

Kuharap kita bisa bertemu lagi sekalipun nanti di surga Allah. aamiiiin.

Rabu, 29 Januari 2014

Kejutan Allah

"Assalamualaikum.. Bagaimana rasanya mendapat kejutan dari Allah? Bgm acaranya? insyaAllah mendapat kemudahan, keringanan dan kelancaran kan? Smg kita termasuk orang yang selalu bersyukur dan memperbanyak istighfar....
semangat pagi."


sms inilah yang sejenak membuatku berfikir akan kejutan Allah. Hari ke2 INTAN2 (Intensif An.Nahl2) saya merasakan tidak ada yang istimewa. semua berjalan biasa-biasa saja. kalo boleh saya bilang INTAN2 kali ini dipesan dg paket hemat. hemat panitianya, hemat pesertanya. (baca: sedikit). dari sisi mananya bisa dibilang kejutan?
peserta yang semula terdaftar 27 orang, ternyata yg kelihatan cuma 15 orang. panitia yang tercatat ada 28 orang, hanya tersisa kurang lebih 9 orang. tempat acara yang direncakanan di ruang berAC, gagal karena gak dapat kunci ruangan. dana manajemen yang digadang2, ternyata gak turun sama sekali. apa ini yang dinamakan kejutan? kejutan yang menyakitkan maksudnya? (pikiran ngelantur kemana2)

kubaca berulang2 sms itu sambil memikirkan kejutan yang mana yang dimaksudkan. sejenak berhenti pada kalimat "Smg kita termasuk orang yang selalu bersyukur ... "
tidak perlu waktu lama, saya menemukan kejutan itu. kejutan yang luar biasa dari Yang Maha Luar Biasa, Allah SWT.

mau tau kejutan itu?

Kejutan yang luar biasa itu adalah hadirnya seorang teman yang sangat aku dan kita dambakan kehadirannya dalam amal jama'i ini. seseorang yang selalu kita (pengurus) hadirkan dalam doa2 kita. seseorang yang menjadi bahan syuro kita beberapa kali.
TERNYATA dia hadir disini. bahkan tidak hanya hadir. 80% keberhasilan acara ini adalah kerja kerasnya.

Subhanallah Walhamdulillah Wa Laa Ilaha IllaAllah, Allahu Akbar..

ini lah kejutan Allah.

"kejutan itu ada, karena kita pandai bersyukur"
sederhana sebenernya. tinggal bersyukur doang. Dengan syukur, hal biasa akan jadi luar biasa.
bisa dibayangkan jika saya tidak melihat kata 'syukur' itu, mungkin sampai akhir hayat pun saya tidak akan menemukan kejutan itu.

Wallahu 'A'lam Bishowab