Kamis, 10 November 2016

Batu Bata

Kita dalam jama'ah adalah bagaikan batubata dalam bangunan. Ada batu yang diletakkan di atas, ada yang diletakkan di tengah, ada yang diletakkan di bawah, bahkan ada yang harus rela dipotong untuk memenuhi barisan yang bolong. Begitulah hakikatnya berjama'ah. Setiap anggota jama'ah harus rela diposisikan dimanapun dengan peran apapun. Dan semua posisi maupun peran tersebut sama saja dimata Allah. Tidak Ada Bedanya.

Kita bisa lihat dalam sebuah bangunan, tidak ada batu bata yang terlihat lebih mempesona. Semuanya sama. Bahkan batu bata yang tinggal seperempat sekalipun tidak ada yang melihatnya buruk. Karena sejatinya tanpa batu bata seperempat itu, barisan batu bata jadi bolong, dan bangunan tak bisa kokoh.

Seperti halnya,
Seorang ketua umum tidak lebih heroik dibanding pembantu umum. keduanya punya tugas dan fungsi yang sama beratnya. Yang apabila dihapuskan salah satunya, sebuah organisasi akan pincang.

Seorang direktur tidak lebih penting dari seorang OB. Keduanya punya tugas dan fungsi yang sama beratnya. Yang apabila dihilangkan salah satunya, sebuah perusahaan tidak bisa berjalan normal.

Seorang ketua pelaksana tidak lebih krusial dibanding dengan seksi konsumsi. Keduanya punya tugas dan fungsi yang sama beratnya. Yang apabila salah satu tidak ada, maka suatu kegiatan tidak akan terlaksana secara maksimal.

Sejatinya yang membedakan kita para pelaku jama'ah disisi Allah adalah sejauh mana keikhlasan kita menerima keputusan jama'ah, dan sebesar apa usaha kita dalam menjalani peran yang diberikan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar