A : Kak, aku ikut LDK, tapi kenapa orangnya kolot
banget sih?
K : Kenapa bisa gitu?
A : Ya masak, rapat atau yang mereka sebut dengan
syuro aja harus pakek hijab. Plis deh kak. Kenapa harus seperti itu?
K : Untuk menjaga pandangan dek, agar ketika
mereka berbicara, mata-mata mereka tidak saling beradu. Karena itu bisa jadi
jalan setan untuk masuk meracuni hati dan pikiran mereka. Intinya untuk menjaga
hati agar tidak sampai terjadi zina hati atau bahkan terjadi cinta terlarang.
A : Apa itu juga alasan kenapa harus ada batas
waktu untuk ikhwan dan akhwat berkumpul?
K : Iya, benar.
A : Tapi kan di luar syuro mereka bebas ngomong
dengan siapa aja, kapan aja, dan dengan gaya ngobrol sesuka mereka. Seperti
ketika mereka berinteraksi dengan teman sekelas mereka, atau dengan teman
mereka di ormawa lain, di himpunan atau bem misalnya?
K : Itu tanggung jawab masing-masing individu.
Intinya menjaga hati itu wajib dilakukan dimanapun dan kapanpun,
terutama jika berinteraksi sama lawan jenis. Nah di jamaah ini, difasilitasi
dengan adanya hijab ketika syuro, dengan tidak terlalu banyak guyon alias tidak
terlalu cair, dengan melarang syuro yang hanya dihadiri 1 ikhwan dan 1 akhwat, termasuk
memberi batas waktu bersama antara ikhwan dan akhwat. Ini semua fasilitas dari
jamaah kita, dengan harapan berkah Allah turun ketika kita meminimalisir
hal-hal yang bisa mendekatkan kepada maksiat.
Ketika
di luar, mereka diberi kebebasan memilih cara bagaimana menjaga hati mereka
masing-masing. Ada yang cair dengan siapa saja namun dibarengi istighfar yang
banyak, atau ada yang memilih menunduk ketika berbicara dengan lawan jenis.
Mereka yang lebih tau kapasitas kekuatan hati mereka masing-masing.
A : Trus kak, kenapa dalam komunikasinya mereka
sering memakai kata-kata asing seperti afwan, syukran, antum, anti, ane, dsb.
Apa memang harus seperti itu adatnya?
K : Tidak harus seperti itu. Ini hanyalah sebuah
dialek dan adab berbicara dek. Klo bisa dianalogikan seperti ini. ketika kita
bicara dengan orang jawa yang kita hormati, maka akan lebih baik jika kita
menggunakan bahasa jawa yang halus dibanding bahasa Indonesia, meskipun orang
yang kita ajak bicara tersebut paham bahasa Indonesia. Tapi jika ingin
menggunakan bahasa Indonesia pun tak masalah.
A : Oke, syukran kakak
K : Afwan, haha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar