kader hilang tak tau, kader sakit hati tak terasa.
membalas sms tak mampu, update status di sosmed kapanpun bisa.
binaan terbiarkan begitu saja karena kesibukan dunia.
bahkan untuk melingkar tiap sepekan sekali saja mereka tak sempat dan tak punya waktu.
undangan rapat sering kali molor karena tak ada yg mau memprioritaskan. alasannya masih sibuk yg lain, masih mengerjakan yg lain.
kau pikir, aktifis jaman dulu tak punya banyak agenda?
kau pikir mereka tak sibuk?
SAMA, mereka dan kalian sama sibuknya. mereka dan kalian sama-sama banyak agendanya.
tapi kenapa mereka dan kita (ADK masa kini) berbeda?
guys, apa kalian kira kondisi kampus sudah baik, sehingga dengan mudah kau tinggalkan dakwahmu?
coba deh bayangkan guys,
salah satu organisasi jurusan di kampus kita, ketua departemen psdm nya adalah seorang wanita perokok ||
para wanita bangga dengan statusnya yg sering pulang malam bahkan pagi dini hari ||
dan parahnya, di pagi hari sering ditemukan kond*m di toilet kampus.
ini bagaimana bisa? dimana kalian ADK?
kesibukan kalian apa?
yg kalian pikirkan apa?
yg ada di hati kalian apa?
apakah hanya bagaimana caranya bisa dapat uang banyak agar segera mapan dan segera nikah?||
atau hanya bagaimana tampil cantik, biar keliahatan kau aktifis agamis dan modis? ||
atau hanya bagaimana caranya mendapatkan ip tinggi?
tidak salah memang, tapi guys, cobalah berfikir lebih dari itu.
Orang-orang di sekitar kita membutuhkan tangan kita, membutuhkan keringat kita untuk menyelamatkan kampusnya.
kewajiban kita banyak kawan,
al wajibtu aktsaru minal awqoot, kewajiban kita lebih banyak daripada waktu yg kita punya.
masih pantaskah kita hanya memikirkan kepentingan pribadi kita?
guys,
apa api neraka sudah tidak lagi terasa panas bagi kita?
apa siksaan Allah sudah tidak lagi kita takutkan?
apa sahid sudah tidak lagi kita dambakan?
apa surga sudah tidak lagi menyilaukan mata kita?
come on guys, kita koreksi masing-masing hati kita.
barangkali banyak debu menempel yang menghalangi datangnya kebaikan.
barangkali ada salah niat yang terselip, sehingga kuranglah kepekaan kita.
barangkali lampunya sedang redup sehingga kita tak mampu melihat kehidupan setelah mati,
dan yang terlihat hanyalah silaunya dunia.
semoga tulisan ini menjadi tamparan bagi yang merasa tertampar, termasuk penulisnya
wallahu a'lam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar